Pasang iklan

Perawatan Pada Hardisk Software Maupun Fisik

 

Cara melakukan perawatan hardisk secara SOFTWARE:

Sebuah PC yang baik adalah PC yang tidak terlalu banyak menggunakan Software atau Program-program yang tidak kita gunakan. Karena ini akan menghambat kinerja Harddisk kita apalagi kalau Harddisk yang kita gunakan kapasitasnya sedang-sedang aja.

Selain hal tersebut diatas, kita juga bisa menggunakan Software yang sifatnya gratis untuk melakukan perawatan pada PC. Contohnya : Abexo Free Registry Cleaner 5.3, EasyCleaner. Software-software ini dapat membantu kita dalam meningkatkan performa pada PC. Namun, satu hal yang perlu saya garisbawahi adalah kita seharusnya tidak menginstal sofware yang masih bersifat BETA.

Selain contoh Software diatas, kita juga dapat menggunakan software bawaan windows. Lakukanlah Disk Clean paling tidak seminggu sekali dan Defrag Harddisk sebulan sekali.

Cara melakukan perawatan secara FISIK:

Secara fisik, kalau kita membongkar sebuah harddisk, maka kita bisa melihat, sebuah susunan piringan logam yang dilengkapi dengan jarum pencari data(head) yang berderak pada tuasnya. Ruang simpan harddisk terdiri dari jalur-jalur berbentuk lingkaran konsentrik yang kita sebut track. Jalur ini tersusun atas ruas-ruas yang disebut cluster. Nah, kerusakan pada bagian cluster inilah yang sering kita sebut dengan bad sector. Pada tahap awal, kerusakan seperti ini masih bisa diperbaiki dengan menggunakan software seperti Disk Manager atau semacamnya. Tetapi cara seperti itu biasanya hanya memperpanjang sedikit usia dari harddisk. Umumnya harddisk yang sudah berumur lebih dari dua tahun kemungkinan mengalami masalah yang seperti ini. Ya, kalau sudah “sakit” seperti itu lebih baik cepat-cepat cari penggantinya, daripada kerburu rusak parah dan data-data kamu hilang semuanya.
Kerusakan Pada Harddisk
Sebagaimana yang sudah saya jelaskan bahwa harddisk terdiri dari piringan dan head. Kedua bagian ini sangat sensitif dengan yang namanya guncangan, medan magnet dan gangguan listrik.

Head pada harddisk harus berada pada titik data yang benar. Jika terguncang, maka head pada harddisk bisa bergeser dari tempatnya, kalau sudah begitu harddisk bisa rusak. Jadi sebisa mungkin tempatkanlah CPU di tempat yang stabil, tidak terguncang dan kalau perlu pasang kabel dari casing ke ground.
Penyebab lain yang membuat harddisk bisa shock yaitu putusnya aliran listrik secara tiba-tiba, karena dengan putusnya listrik maka, head tidak kembali ke posisi yang seharusnya yaitu kondisi pada saat harddisk dimatikan secara normal.Ya, kalau tidak mau cepat-cepat wasallam sama itu harddisk, matikanlah harddisk dengan proses yang normal. Kalau di Windows, ya bisa dishutdown atau dihibernate.
Panas yang disebabkan oleh putaran piringan harddisk yang berebihan, akan seiring dengan kerusakan harddisk. Perlu diketahui harddisk-harddisk sekarang kecepatan putarnya gila-gilaan. Untuk harddisk SATA saja, putarannya ada yang sampai 10000 rpm. Semakin kenceng putaraan piringan harddisk,maka akses ke file akan semakin cepat dengan konsekuensi harddisk tersebut akan semakin cepat panas. Untuk yang seperti ini saya sendiri tidak bisa berbuat banyak selain menjaga kestabilannya saja.
Kerusakan lainnya adalah kerusakan yang bersifat logika. Contohnya kesalahan dalam pemformatan harddisk, atau virus yang bisa memaksa harddisk melakukan booting terus-menerus seperti brontok, Boo, CIH, dan kawan-kawannya. Bagian yang paling sensitif rusak pada harddisk adalah pada MBR nya(Master Boot Record) letaknya ada di bagian yang paling depan dari piringan harddisk. Kalau MBR nya sudah kena rusak akan susah untuk diperbaiki. Mungkin harus diservis ke vendornya.
Kalau bagian ini rusak maka haddisk tidak bisa booting. Pada saat komputer dihidupkan, tiba-tiba ada tulisan ‘primary master boot failrue’ ada kemungkinan bagian MBR nya rusak. Yang membuat MBR rusak adalah kesalahan pemformatan atau serangan virus seperti yang sudah saya sebutkan. Pendek kata, virus seperti ini punya kemampuan untuk menyembunyikan partition table.
Partition table ini isinya adalah alamat-alamat data pada harddisk. Misalnya track sekian, cluster sekian, sector sekian sampai sekian dan sebaginya. Kalau rusaknya bersifat fisik misalnya bad sector, maka harddisk cuma bisa dipakai untuk menyimpan data saja, tidak bisa dipakai untuk booting sistem operasi. Itu juga kemungkinan paling bagus, karena kemungkinan kedua adalah harddisk langsung rusak total. Ya, begitulah sekilas informasi tentang harddisk yang memang sensitif rusak.
Perawatan harddisk, mungkin akan membuat harddisk lebih awet. Berikut ini ada tips-tips yang bisa Anda lakukan pada PC, mungkin bisa dijadikan langkah preventif agar HARDISK tetap bagus.

1.Sisakanlah ruang kosong pada harddisk paling tidak 15 persen dari kapasitas total harddisk. Maksudnya supaya harddisk dikasih ruang napas. Kalau Anda mau, Anda boleh membersihkan file-file temporary. Dari menu Start >>Program >>Accessories >>System Tools >>Disk Cleanup. Pilihlah drive C:\ lalu klik OK.
Hapuslah item-item sampah seperti temporary files, temporary internet files, recycle bin dan item-item yang Anda rasa tidak dibutuhkan.

2.Usahakan agar voltase listrik di rumah stabil. Kalau di rumah Anda sering mati listrik, pakailah UPS(Uninterruptible Power Supply), supaya kalau tiba-tiba listrik padam, paling tidak Anda punya waktu beberapa menit untuk lakukan Shutdown atau hibernate. Kalau masih belum mampu beli UPS, pakailah stabilizer yang bagus, seidaknya untuk menormalkan voltase listrik pada 220Volt atau 240Volt.

3.Aturlah konfigurasi sleep dan hibernasi pada sistem. Fungsi ini akan memperlambat putaran piringan harddisk, mengurangi kerja head, dan mengurangi pasokan daya listrik ke harddisk pada saat komputer dibiarkan menyala. Dengan begitu kita bisa mengurangi panas yang yang berlebihan pada harddisk. Caranya dari menu Start>>Setting>>Control Panel>>Power Options. Aturalah Setting pada Power Schemes dan aktifkan fungsi hibernasi pada tab Hibernate.

4.Aturlah ventilasi dalam casing CPU kamu. Ringkaslah posisi kabel sebisa mungkin supaya tidak menghalangi aliran udara. Kalau perlu tambahkan heatsink yang mengarah pada harddisk untuk mendinginkannya.

5.Membuat beberapa partisi pada harddisk untuk memisahkan file-file sistem dengan file-file data. Simpanlah data-data pada partisi yang berbeda dengan pastisi sistem. Misalnya partisi C:\ untuk kebutuhan sistem operasi, lalu partisi D:\ untuk data. Ini akan membuat harddisk lebih teratur dalam pengaksesan data. Akan terlihat jelas jika Anda menginstalasi Sistem Operasi Linux, pembagian partisi akan menjadi prioritas utama dalam instalasi sistem operasi Linux. Dengan membagi partisi harddisk, kamu tidak perlu membackup dulu data-data ke harddisk lain kalau Windows rusak. Tinggal format aja partisi C:\ nya dan install ulang.

6.Periksalah kondisi harddisk menggunakan disk tool seperti check disk dan disk defragment yang tersedia dari Windows. Tetapi jangan terlalu sering, karena jujur saja kalau berlebihan akan membuat harddisk cepat soak. Untuk defragment ya lakukanlah kalau sistem sudah terasa mulai melambat (Untuk komputer saya sebulan sekali). Sedangkan Checkdisk akan run secara otomatis kalau sistem bermasalah karena proses shutdown yang tidak normal. Cara manual untuk lakukan defrag dan checkdisk yaitu dari Windows Explorer , klik kanan pada drive yang ingin diperiksa, lalu pilih Properties. Pada tab Tools pilihlah defragmentasi atau pengecekan.

7.Gunakanlah software-software utilities seperti Tune Up Utilities, Registry Mechanic atau semacamnya untuk tetap menjaga kesehatan dan performa PC Anda.

Perawatan Pada Hardisk Software Maupun Fisik 4.5 5 mr.defrm Cara melakukan perawatan hardisk secara SOFTWARE: Sebuah PC yang baik adalah PC yang tidak terlalu banyak menggunakan Software atau P...


1 komentar:

J-Theme